Kenapa Harus Belanja di Warung Kecil / Kelontong

Berlaku baiklah terhadap tetangga. “Tidak masuk surga orang yang mana tetangga tidak merasa aman dari keburukannya,” pesan Nabi Muhammad (HR Bukhari-Muslim). Salah satunya, dalam berbelanja.

Sekiranya masih memungkinkan, belanjalah di warung-warung tetangga. Bukan pada gurita-gurita ritel yang sudah menjalar ke mana-mana (baca: mematikan warung-warung kecil).

Belanja di warung-warung tetangga, buat apa?
– Mempererat silaturahim. Toh, kalau kita sakit atau meninggal, yang peduli dan mengurusi kita adalah tetangga. Bukan gurita itu.
– Saling memakmurkan. Kalaupun Rp500 lebih mahal, tetaplah membeli di warung-warung tetangga. Anggap saja membantu biaya sekolah dan les anaknya.
– Mengurangi dominasi kapitalis. Kita tidak anti sama kapitalis. Tapi apa salahnya kalau kita lebih berpihak pada pemain kecil, apalagi kita kenal baik dengan pemain kecil itu.
– Kadang lebih fleksibel. Anda bisa memesan barang tertentu. Anda bisa minta delivery ke rumah. Hebatnya lagi, Anda juga boleh ngutang, hehehe.

Ini sangat penting. Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kita pun turut mematikan karena absennya keberpihakan kita.

Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, membeli villa yang wow, dan sejenisnya.

Sementara, uang receh yang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Sambil harap-harap cemas, semoga mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?

Tentu saja, spirit ‘belanja di warung tetangga’ ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar warung ini membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu.

Satu hal lagi. Belakangan ini sebagian konsumen dibuat geram dan gerah, lantaran adanya ketidakjelasan penyaluran donasi pada gurita-gurita ritel. Saran saya, daripada kesal terus-menerus, mending pindah saja ke warung tetangga.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s